Senin, 23 September 2019

Ikatan dan Unsur Kimia

Hasil gambar untuk gambar kartun halo


Hallo semua terima kasih sudah berkunjung ke blog saya. Ini adalah tulisan saya yang ke 3.
Kali ini akan membahas tentang ikatan dan unsurkimia. 
Oke disimak ya teman-teman.

Unsur Kimia 

      Unsur kimia adalah suatu spesies atom yang memiliki jumlah proton yang sama dalam inti atomnya (yaitu, nomor atom, atau Z, yang sama). Sebanyak 118 unsur telah diidentifikasi, yang 94 di antaranya terjadi secara alami di bumi. Sedangkan 24 sisanya, merupakan unsur sintetis. Terdapat 80 unsur yang memiliki sekurang-kurangnya satu isotop stabil dan 38 unsur yang merupakan radionuklida yang, seiring berjalannya waktu, meluruh menjadi unsur lain. Besi adalah unsur penyusun bumi paling melimpah (berdasarkan massa), sementara oksigen adalah yang paling melimpah di kerak bumi.

Jari-jari Atom



Jari-jari Ionik 

Hasil gambar untuk jari jari ion


IKATAN KIMIA 

      Ikatan kimia adalah sebuah proses fisika yang bertanggung jawab dalam interaksi gaya tarik menarik antara dua atom atau molekul yang menyebabkan suatu senyawa diatomik atau poliatomik menjadi stabil.
      Ketika dua atom atau ion “berpegangan” dengan sangat erat, dapat dikatan bahwa di antaranya terdapat suatu ikatan kimia. Dalam pembentukannya, yang berperan adalah elektron valensi, yaitu elektron yang berada pada kulit terluar. Untuk memudahkan penggambaran elektron valensi pada atom suatu unsur dan ikatan yang terbentuk dapat digunakan simbol Lewis (simbol titik-elektron Lewis).
titik elektron lewis


       Atom-atom cenderung ingin berikatan karena dengan adanya ikatan, energi potensial antara partikel positif dan partikel negatif entah antar ion dengan muatan yang berlawanan ataupun antar inti dengan elektron-elektron di antaranya akan lebih rendah.
       Ikatan kimia dibagi menjadi 3 jenis berdasarkan 3 cara kombinasi dari unsur logam dan unsur nonlogam, yakni:

  •  Logam dengan non logam (ikatan ionik)
  •  Non logam dengan non logam (ikatan kovalen)
  •  Logam dengan logam (ikatan logam).

Ikatan ionik (ikatan elektrovalen): “transfer elektron”

     Atom logam (energi ionisasi rendah) cenderung melepaskan elektronnya, lalu diterima oleh atom nonlogam (afinitas elektron besar). Dari proses transfer elektron dari atom logam ke atom nonlogam ini akan terbentuk ion positif dan ion negatif dengan konfigurasi elektron gas mulia yang saling tarik menarik dengan gaya elektrostatis yang disebut ikatan ionik. Sebagai contoh, dalam pembentukan senyawa ionik NaCl terjadi transfer elektron dari atom Na ke atom Cl.
ikatan ion

Ikatan kovalen: “sharing elektron”

     Atom-atom nonlogam cenderung tidak ingin melepaskan elektronnya (energi ionisasi tinggi) dan ingin menarik elektron-elektron dari atom lainnya (afinitas elektron besar) sehingga terdapat satu atau lebih pasangan elektron yang dipakai untuk berbagi bersama. Ikatan kimia yang terbentuk dari sharing elektron terlokalisasi antara atom ini disebut ikatan kovalen. Sebagai contoh, 2 atom H berikatan kovalen membentuk molekul H2 dan 2 atom Cl berikatan kovalen membentuk molekul Cl2.
ikatan kimia kovalen
     Struktur Lewis untuk senyawa kovalen dapat digambarkan dengan setiap pasangan elektron ikatan (PEI) digambarkan sebagai satu garis dan pasangan elektron bebas (PEB) digambarkan sebagai titik-titik. Berikut struktur Lewis untuk beberapa senyawa kovalen.
struktur lewis kovalen
     Ikatan kovalen dengan berbagi satu pasangan elektron disebut sebagai ikatan kovalen tunggal (ikatan tunggal). Ikatan kovalen dengan berbagi dua pasangan elektron disebut ikatan rangkap dua, contohnya CO2. Ikatan kovalen dengan berbagi tiga pasangan elektron disebut ikatan rangkap tiga, contohnya N2.
contoh ikatan kimia kovalen
Ikatan Logam
Ikatan logam adalah ikatan kimia yang terbentuk akibat penggunaan bersama electron elektron valensi antara tomatom logam. Contoh: logam besi, seng, dan perak. Ikatan logam bukanlah ikatan ion atau ikatan kovalen. Salah satu teori yang dikemukakan untuk menjelaskan ikatan logam adalah teori lautan elektron. Contoh terjadinya ikatan logam. Tempat kedudukan elektron valensi dari suatu atom besi (Fe) dapat saling tumpang tindih dengan tempat kedudukan elektron valensi dari atom-atom Fe yang lain.Tumpang tindih antarelektron valensi ini memungkinkan elektron valensi dari setiap atom Fe bergerak bebas dalam ruang di antara ion-ion Fe+ membentuk lautan elektron. Karena muatannya berlawanan (Fe2+ dan 2 e–), maka terjadi gaya tarik-menarik antara ion-ion Fe+ dan elektron-elektron bebas ini. Akibatnya terbentuk ikatan yang disebut ikatan logam.
Contoh ikatan logam


Referensi :


Minggu, 08 September 2019

Bilangan Kuantum

BILANGAN KUANTUM


     Bilangan kuantum adalah bilangan yang memiliki makna khusus dalam menjelaskan keadaan sistem kuantum. Bilangan kuantum adalah suatu nilai yang menjelaskan kuantitas kekal dalam sistem dinamis. Bilangan kuantum terdiri dari :
1.Bilangan Kuantum Utama (n)
2.Bilangan Kuantum Azimuth (l) 
3.Bilangan Kuantum Magnetik (m)
4.Bilangan Kuantum Spin (s)


1.Bilangan Kuantum Utama (n) , menyatakan kulit atom

Capture 31
n = 1 elektron berada pada kulit K
n = 2 elektron berada pada kulit L
n = 3 elektron berada pada kulit M
n = 4 elektron berada pada kulit N


2. Bilangan Kuantum Azimuth (l) , menyatakan subkulit atom

Bilangan Kuantum ini menunjukkan sub tingkatan energi atau sub kulit. nilai l dari elektron suatu atom berasal dari n-1. Mekanikagelombang meramalkan bahwa setiap kulit (tingkat energi) tersusun dari beberapa subkulit (subtingkat energi) yang masing-masing subkulit tersebut dicirikan oleh bilangan kuantum azimuth yang diberi lambang (l).
Capture 32

Tabel di bawah ini menunjukan keterkaitan jumlah kulit dengan banyaknya subkulit serta jenis subkulit dalam suatu atom.

Tabel 1. Hubungan Jumlah Sub-kulit dengan kulit
Tabel 1. Hubungan Jumlah Sub-kulit dengan kulit

3. Bilangan Kuantum Magnetik (m) , menyatakan banyak dan posisi orbitas

Bilangan kuantum ini menunjukkan orbital dari elektron yang ada. m bernilai mulai dari –l s/d +l, yang dinyatakan dengan diagram orbital dengan beberapa bentuk:

Tabel 2 Hubungan Bil Kuantum Azimut dg Bil Kuantum Magnetik

4. Bilangan Kuantum Spin


Bilangan kuantum ini menunjukkan perputaran elektron pada porosnya. spin bernilai ± ½, yang didasarkan dengan arah perputaran jarum jam. spin bernilai (+) diasumsikan perputaran elektron searah dengan jarum jam, sebaliknya jika spin bernilai (-) maka perputaran elektron berlawanan dengan arah putar jarum jam.

Dalam penerapan praktisnya, penggunaan ke-4 bilangan kuantum di atas harus mematuhi 3 aturan dasar:
  1. Asas larangan Pauli “ Bahwa dalam 1 atom tidak boleh ada 2 elektron yang memiliki keempat bilangan kuantum sama “
  2. Asas AufBau “ pengisian orbital elektron dimulai dari tingkatan energi yang lebih rendah terlebih dahulu baru kemudian dilanjutkan ke tingkat energi yang lebih tinggi “
  3. Aturan Hund ” untuk pengisian elektron pada orbital yang memiliki tingkat energi sama, mula-mula elektron akan menempati sendiri masing-masing orbital dengan arah spin (+), baru kemudian dilanjutkan berpasangan dengan arah spin (-) “
Dengan tingkatan energi yang dari tiap sub kulit yaitu:

dengan urutan tingkatan energi: 1s2  2s2  2p6  3s2  3p6  4s2  4d10, dst.Dimana:
sub kulit s memiliki Σmax elektron = 2;
sub kulit p memiliki Σmax elektron = 6;
sub kulit d memiliki Σmax elektron = 10;
sub kulit f memiliki Σmax elektron = 14.
Dengan kata lain,tingkatan energi tersebut digunakan untuk menuliskan konfigurasi elektron dari tiap atom unsur. Konfigurasi elektron dapat dituliskan dengan 3 cara yaitu:
  1. Sesuai dengan tingkatan energi yang dimiliki (dapat juga setelah menuliskannya di urutkan berdasarkan nomer kulitnya).
  2. Penyingkatan menggunakan nomor atom gas mulia
  3. Gabungan antara no. 2 dan penulisan diagram orbitalnya.


Contoh Soal:

                Tentukan periode dan golongan dari  11Na dan tentukanlah jumlah elektron tidak berpasangan yang dimilikinya.
Jawab:       Sehingga dapat diketahui bahwa 11Na terletap pada periode 3 golongan IA dan terdapat 1 elektron tidak berpasangan. Yang apabila elektron terakhirnya dinyatakan ke dalam 4 bilangan kuantum menjadi: n = 3, l = 0, m = 0, s = + ½ (spin bernilai  + ½ karena hanya terdapat 1 elektron pada sub kulit s dan digambarkan dengan tanda anak panah ke atas)




Sumber: