Selasa, 01 Oktober 2019

Asam dan Basa

Hasil gambar untuk say hello kartun

Halooo teman-teman....

Kembali lagi dengan blog kimia saya, ini adalah tulisan yang ke-empat 
Disimak ya teman-teman
Semoga membantu

Asam dan Basa 


Hasil gambar untuk larutan
Larutan 
   
    Larutan didefinisikan sebagai suatu campuran homogen dua macam atau lebih zat tunggal dengan bermacam-macam perbandingan komposisi, tidak memiliki bidang batas antara komponen-komponennya, dan mempunyai sifat yang sama di seluruh bagiannya(serba sama).
    Larutan dapat berupa padat, cair, dan gas. Pada umumnya larutan berbentuk cair dan pelarutnya air.
     Berdasarkan sifat keasamannya larutan dibagi menjadi 3 golongan :
1. asam
2. basa
3. netral
Teori asam basa
1. Teori Asam Basa Arrhenius (1884)
  Teori Asam Basa Menurut Arrhenius ini bahwa Asam adalah senyawa yg dalam Air mampu menghasilkan Ion Hidroksida (OH-) dan Basa berdasarkan pada Ion OH- yang dilepaskan tersebut pada reaksi Ionisasi Basa maka dibedakan menjadi dua macam yang antara lain Basa Monohidrolik dan Basa Polihidroksi.
  • asam adalah senyawa yang jika dilarutkan dalam air melepaskan ion H+.
  • basa adalah senyawa yang jika dilarutkan dalam air melepaskan ion OH.
2. Teori Asam Basa Bronsted–Lowry (1923)
  Senyawa yg bisa menyumbang proton yakni Ion H+ ke Senyawa atau Zat Lain. Sedangkan Basa ialah Senyawa yg bisa menerima Proton, yakni Ion H+ dari Senyawa ataupun Zat Lain.
  • asam adalah donor/pemberi proton.
  • basa adalah akseptor/penerima proton.
3. Teori Asam Basa Lewis (1923)
  Teori Asam Basa Menurut Lewis bahwa Asam ialah Zat yang dapat menerima Elektron dan menurut Lewis bahwa Basa ialah Zat yang bisa mendonorkan Pasangan Elektron.
  • asam adalah akseptor/penerima pasangan elektron.
  • basa adalah donor/pemberi pasangan elektron.

Sifat Asam Basa

Hasil gambar untuk asam basa
Gambar terkait

1. Sifat Asam
  • Rasanya asam (masam)
  • Bersifat korosif (merusak)
  • Menghasilkan ion H+ dalam air
  • Dapat memerahkan kertas lakmus biru
  • Tidak merubah kertas lakmus merah
  • pH <7
2. Sifat Basa
  • Rasanya pahit dan licin
  • Bersifat kaustik (merusak kulit)
  • Menghasilkan ion H- didalam air
  • Dapat membirukan kertas lakmus merah
  • Tidak merubah warna kertas lakmus biru
  • pH >7

   Ketetapan Kesetimbangan Asam Basa
Air merupakan elektrolit yang sangat lemah. Air dapat menghantarkan listrik karena terionisasi menjadi ion. 

  Klasifikasi Asam Basa
1. Asam kuat : senyawa yg terurai secara keseluruhan saat di larutkan di dalam air dan menghasilkan jumlah ion seluruhnya.
Contoh : HCL, HNO3, H2SO4
2. Basa kuat : senyawa yang terurai secara keseluruhan saat di larutkan di dalam air
Contoh : NaOH, KOH, Ba(OH)2
3. Asam lemah : senyawa yang sedikit terurai saat dilarutkan di dalam air
Contoh : H3PO4, H2SO3,HNO2
4. Basa lemah : senyawa yang sedikit terurai saat di laurkan didalam air.
Contoh : NaHC03, NH4OH






Referensi 
http://staffnew.uny.ac.id/upload/132299858/pendidikan/Kimia+Dasar+-+Bab+08+-+Asam+Basa.pdf













Senin, 23 September 2019

Ikatan dan Unsur Kimia

Hasil gambar untuk gambar kartun halo


Hallo semua terima kasih sudah berkunjung ke blog saya. Ini adalah tulisan saya yang ke 3.
Kali ini akan membahas tentang ikatan dan unsurkimia. 
Oke disimak ya teman-teman.

Unsur Kimia 

      Unsur kimia adalah suatu spesies atom yang memiliki jumlah proton yang sama dalam inti atomnya (yaitu, nomor atom, atau Z, yang sama). Sebanyak 118 unsur telah diidentifikasi, yang 94 di antaranya terjadi secara alami di bumi. Sedangkan 24 sisanya, merupakan unsur sintetis. Terdapat 80 unsur yang memiliki sekurang-kurangnya satu isotop stabil dan 38 unsur yang merupakan radionuklida yang, seiring berjalannya waktu, meluruh menjadi unsur lain. Besi adalah unsur penyusun bumi paling melimpah (berdasarkan massa), sementara oksigen adalah yang paling melimpah di kerak bumi.

Jari-jari Atom



Jari-jari Ionik 

Hasil gambar untuk jari jari ion


IKATAN KIMIA 

      Ikatan kimia adalah sebuah proses fisika yang bertanggung jawab dalam interaksi gaya tarik menarik antara dua atom atau molekul yang menyebabkan suatu senyawa diatomik atau poliatomik menjadi stabil.
      Ketika dua atom atau ion “berpegangan” dengan sangat erat, dapat dikatan bahwa di antaranya terdapat suatu ikatan kimia. Dalam pembentukannya, yang berperan adalah elektron valensi, yaitu elektron yang berada pada kulit terluar. Untuk memudahkan penggambaran elektron valensi pada atom suatu unsur dan ikatan yang terbentuk dapat digunakan simbol Lewis (simbol titik-elektron Lewis).
titik elektron lewis


       Atom-atom cenderung ingin berikatan karena dengan adanya ikatan, energi potensial antara partikel positif dan partikel negatif entah antar ion dengan muatan yang berlawanan ataupun antar inti dengan elektron-elektron di antaranya akan lebih rendah.
       Ikatan kimia dibagi menjadi 3 jenis berdasarkan 3 cara kombinasi dari unsur logam dan unsur nonlogam, yakni:

  •  Logam dengan non logam (ikatan ionik)
  •  Non logam dengan non logam (ikatan kovalen)
  •  Logam dengan logam (ikatan logam).

Ikatan ionik (ikatan elektrovalen): “transfer elektron”

     Atom logam (energi ionisasi rendah) cenderung melepaskan elektronnya, lalu diterima oleh atom nonlogam (afinitas elektron besar). Dari proses transfer elektron dari atom logam ke atom nonlogam ini akan terbentuk ion positif dan ion negatif dengan konfigurasi elektron gas mulia yang saling tarik menarik dengan gaya elektrostatis yang disebut ikatan ionik. Sebagai contoh, dalam pembentukan senyawa ionik NaCl terjadi transfer elektron dari atom Na ke atom Cl.
ikatan ion

Ikatan kovalen: “sharing elektron”

     Atom-atom nonlogam cenderung tidak ingin melepaskan elektronnya (energi ionisasi tinggi) dan ingin menarik elektron-elektron dari atom lainnya (afinitas elektron besar) sehingga terdapat satu atau lebih pasangan elektron yang dipakai untuk berbagi bersama. Ikatan kimia yang terbentuk dari sharing elektron terlokalisasi antara atom ini disebut ikatan kovalen. Sebagai contoh, 2 atom H berikatan kovalen membentuk molekul H2 dan 2 atom Cl berikatan kovalen membentuk molekul Cl2.
ikatan kimia kovalen
     Struktur Lewis untuk senyawa kovalen dapat digambarkan dengan setiap pasangan elektron ikatan (PEI) digambarkan sebagai satu garis dan pasangan elektron bebas (PEB) digambarkan sebagai titik-titik. Berikut struktur Lewis untuk beberapa senyawa kovalen.
struktur lewis kovalen
     Ikatan kovalen dengan berbagi satu pasangan elektron disebut sebagai ikatan kovalen tunggal (ikatan tunggal). Ikatan kovalen dengan berbagi dua pasangan elektron disebut ikatan rangkap dua, contohnya CO2. Ikatan kovalen dengan berbagi tiga pasangan elektron disebut ikatan rangkap tiga, contohnya N2.
contoh ikatan kimia kovalen
Ikatan Logam
Ikatan logam adalah ikatan kimia yang terbentuk akibat penggunaan bersama electron elektron valensi antara tomatom logam. Contoh: logam besi, seng, dan perak. Ikatan logam bukanlah ikatan ion atau ikatan kovalen. Salah satu teori yang dikemukakan untuk menjelaskan ikatan logam adalah teori lautan elektron. Contoh terjadinya ikatan logam. Tempat kedudukan elektron valensi dari suatu atom besi (Fe) dapat saling tumpang tindih dengan tempat kedudukan elektron valensi dari atom-atom Fe yang lain.Tumpang tindih antarelektron valensi ini memungkinkan elektron valensi dari setiap atom Fe bergerak bebas dalam ruang di antara ion-ion Fe+ membentuk lautan elektron. Karena muatannya berlawanan (Fe2+ dan 2 e–), maka terjadi gaya tarik-menarik antara ion-ion Fe+ dan elektron-elektron bebas ini. Akibatnya terbentuk ikatan yang disebut ikatan logam.
Contoh ikatan logam


Referensi :


Minggu, 08 September 2019

Bilangan Kuantum

BILANGAN KUANTUM


     Bilangan kuantum adalah bilangan yang memiliki makna khusus dalam menjelaskan keadaan sistem kuantum. Bilangan kuantum adalah suatu nilai yang menjelaskan kuantitas kekal dalam sistem dinamis. Bilangan kuantum terdiri dari :
1.Bilangan Kuantum Utama (n)
2.Bilangan Kuantum Azimuth (l) 
3.Bilangan Kuantum Magnetik (m)
4.Bilangan Kuantum Spin (s)


1.Bilangan Kuantum Utama (n) , menyatakan kulit atom

Capture 31
n = 1 elektron berada pada kulit K
n = 2 elektron berada pada kulit L
n = 3 elektron berada pada kulit M
n = 4 elektron berada pada kulit N


2. Bilangan Kuantum Azimuth (l) , menyatakan subkulit atom

Bilangan Kuantum ini menunjukkan sub tingkatan energi atau sub kulit. nilai l dari elektron suatu atom berasal dari n-1. Mekanikagelombang meramalkan bahwa setiap kulit (tingkat energi) tersusun dari beberapa subkulit (subtingkat energi) yang masing-masing subkulit tersebut dicirikan oleh bilangan kuantum azimuth yang diberi lambang (l).
Capture 32

Tabel di bawah ini menunjukan keterkaitan jumlah kulit dengan banyaknya subkulit serta jenis subkulit dalam suatu atom.

Tabel 1. Hubungan Jumlah Sub-kulit dengan kulit
Tabel 1. Hubungan Jumlah Sub-kulit dengan kulit

3. Bilangan Kuantum Magnetik (m) , menyatakan banyak dan posisi orbitas

Bilangan kuantum ini menunjukkan orbital dari elektron yang ada. m bernilai mulai dari –l s/d +l, yang dinyatakan dengan diagram orbital dengan beberapa bentuk:

Tabel 2 Hubungan Bil Kuantum Azimut dg Bil Kuantum Magnetik

4. Bilangan Kuantum Spin


Bilangan kuantum ini menunjukkan perputaran elektron pada porosnya. spin bernilai ± ½, yang didasarkan dengan arah perputaran jarum jam. spin bernilai (+) diasumsikan perputaran elektron searah dengan jarum jam, sebaliknya jika spin bernilai (-) maka perputaran elektron berlawanan dengan arah putar jarum jam.

Dalam penerapan praktisnya, penggunaan ke-4 bilangan kuantum di atas harus mematuhi 3 aturan dasar:
  1. Asas larangan Pauli “ Bahwa dalam 1 atom tidak boleh ada 2 elektron yang memiliki keempat bilangan kuantum sama “
  2. Asas AufBau “ pengisian orbital elektron dimulai dari tingkatan energi yang lebih rendah terlebih dahulu baru kemudian dilanjutkan ke tingkat energi yang lebih tinggi “
  3. Aturan Hund ” untuk pengisian elektron pada orbital yang memiliki tingkat energi sama, mula-mula elektron akan menempati sendiri masing-masing orbital dengan arah spin (+), baru kemudian dilanjutkan berpasangan dengan arah spin (-) “
Dengan tingkatan energi yang dari tiap sub kulit yaitu:

dengan urutan tingkatan energi: 1s2  2s2  2p6  3s2  3p6  4s2  4d10, dst.Dimana:
sub kulit s memiliki Σmax elektron = 2;
sub kulit p memiliki Σmax elektron = 6;
sub kulit d memiliki Σmax elektron = 10;
sub kulit f memiliki Σmax elektron = 14.
Dengan kata lain,tingkatan energi tersebut digunakan untuk menuliskan konfigurasi elektron dari tiap atom unsur. Konfigurasi elektron dapat dituliskan dengan 3 cara yaitu:
  1. Sesuai dengan tingkatan energi yang dimiliki (dapat juga setelah menuliskannya di urutkan berdasarkan nomer kulitnya).
  2. Penyingkatan menggunakan nomor atom gas mulia
  3. Gabungan antara no. 2 dan penulisan diagram orbitalnya.


Contoh Soal:

                Tentukan periode dan golongan dari  11Na dan tentukanlah jumlah elektron tidak berpasangan yang dimilikinya.
Jawab:       Sehingga dapat diketahui bahwa 11Na terletap pada periode 3 golongan IA dan terdapat 1 elektron tidak berpasangan. Yang apabila elektron terakhirnya dinyatakan ke dalam 4 bilangan kuantum menjadi: n = 3, l = 0, m = 0, s = + ½ (spin bernilai  + ½ karena hanya terdapat 1 elektron pada sub kulit s dan digambarkan dengan tanda anak panah ke atas)




Sumber:

Sabtu, 31 Agustus 2019

TEORI ATOM

Asal Usul Teori Atom

      Atom adalah dasar untuk segala sesuatu di alam semesta. Padatan terbuat dari atom padat sementara gas memiliki atom yang tersebar. Struktur atom merupakan satuan terkecil dalam materi baik itu berupa benda cair, padat, dan gas.

      Konsep atom pertama kali dikemukakan oleh Democritus. Atom berasal dari kata atomos (dalam bahasa Yunani a = tidak, tomos = dibagi), jadi atom merupakan partikel yang sudah tidak dapat dibagi lagi. Menurut Dalton konsep atom Democritus ini tidak bertentangan dengan Hukum Kekekalan Massa dan Hukum Kekekalan Energi, sehingga Dalton membuat teori tentang atom yang salah satunya adalah materi tersusun atas partikel-partikel terkecil yang tidak dapat dibagi lagi.
      Tetapi konsep atom Dalton belum memuaskan para ilmuwan pada masa itu. Ditemukannya elektron, proton, neutron, dan radioaktivitas menyebabkan timbulnya teori baru tentang atom. Mulai dari teori atom Thomson, Rutherford, Bohr, dan Mekanika Kuantum.

Gambar terkaitPerkembangan Teori Atom
  1. Teori Atom Jonh Dalton
  • Atom merupakan bagian terkecil dari materi yang sudah tidak dapat dibagi lagi.
  • Atom digambarkan sebagai bola pejal yang sangat kecil, suatu unsur memiliki atom-atom yang identik dan berbeda untuk unsur yang berbeda.
  • Kelebihan dari teori Dalton ini adalah memulai minat terhadap penelitian mengenai model atom.
  • Kelemahannya adalah tidak menerangkan hubungan lautan senyawa dan daya hantar arus listrik, jika atom merupakan bagian terkecil dari suatu unsure dan tidak dapat dibagi lagi.
    Hasil gambar untuk atom jj thomson

  1. Teori Atom J.J Thomson
    J.J Thomson adalah murid dari John Dalton. Setelah penemuan proton oleh Goldstein di tahun 1886 dan elektron oleh J.J. Thomson di tahun 1897. Kemudian pada tahun 1898 J.J Thomson mengemukakan model atomnya. Model atom Thomson menyatakan bahwa atom berbentuk bulat dimana muatan listrik positif yang tersebar merata dalam atom dinetralkan oleh elektron-elektron yang bermuatan negatif yang berada di antara muatan positif.
    - Kelebihan teori atom Thomson ini adalah membuktikan adanya partikel lain yang bermuatan negatif dalam atom. Berarti atom bukan merupakan bagian terkecil dari suatu unsur. Selain itu juga memastikan bahwa atom tersusun dari partikel yang bermuatan positif dan negatif untuk membentuk atom netral. Juga membuktikan elektron terdapat dalam semua unsur.     - Kelemahannya adalah belum dapat menerangkan bagaimana susunan muatan positif dalam bola dan jumlah elektron


    Hasil gambar untuk atom rutherford
  1. Teori Atom Rutherford
Hasil penelitian Rutherford sekaligus menggantikan model atom Thomson, Rutherford mengajukakan model atom yang menyatakan bahwa atom tersusun dari inti yang bermuatan positif dikelilingi oleh elektron-elektron yang bermuatan negatif, seperti planet mengelilingi matahari.
Kelebihan teori atom Ritherford adalah menyatakan bahwa atom tersusun dari inti atom dan electron yang mengelilingi inti. Kelemahannya, model tersebut tidak dapat menerangkan mengapa electron tidak pernah jatuh ke inti sesuai dengan teori fisika klasik.

  1. Teori Atom Niels Bohr  
    Hasil gambar untuk gambar model atom niels bohr
  • Atom terdiri dari inti yang bermuatan positif dan dikelilingi oleh elektron yang bermuatan negatif di dalam suatu lintasan.
  • Elektron dapat berpindah dari satu lintasan ke yang lain dengan menyerap atau memancarkan energi sehingga energi elektron atom itu tidak akan berkurang. Jika berpindah lintasan ke lintasan yang lebih tinggi maka elektron akan menyerap energi. Jika beralih ke lintasan yang lebih rendah maka akan memancarkan energi.

         5. Teori Atom Mekanika Kuantum



  • Teori Atom Mekanika Kuantum didasarkan pada dualisme sifat elektron yaitu sebagai gelombang dan sebagai partikel.
  • Menurut de Broglie, cahaya dapat berperilaku sebagai materi dan berperilaku sebagai gelombang (dikenal dengan istilah dualisme gelombang partikel). Menurut Heisenberg, tidak mungkin menentukan kecepatan dan posisi elektron secara bersamaan, tetapi yang dapat ditentukan hanyalah kebolehjadian menemukan elektron pada jarak tertentu dari inti.
    Erwin Schrodinger mengajukan teori yang disebut teori atom mekanika kuantum ”Kedudukan elektron dalam atom tidak dapat ditentukan dengan pasti yang dapat ditentukan adalah kemungkinan menemukna elektron sebagai fungsi jarak dari inti atom”.
  • Teori Schrodinger dan prinsip ketidakpastian Heisenberg melahirkan model atom mekanika kuantum sebagai berikut:
    1. Posisi elektron dalam atom tidak dapat ditentukan dengan pasti.
    2. Atom mempunyai kulit elektron.
    3. Setiap kulit elektron memiliki subkulit elektron.
    4. Setiap subkulit elektron memiliki sub-sub kulit elektron.

Saya Khusnul Andari dari Prodi Teknologi Pangan 

Sumber